Karya Salma
Izinkan kurangkai kata-kata ini, Ibu.
Walau tak seindah cinta yang engkau bingkai.
Walau tak sedalam kasih yang engkau tanam.
Walau tak kan pernah wakili segala rasa yang kupunya.
Di daster lusuhmu, Ibu,
Tergambar cinta yang tiada bermuara.
Terlukis kasih yang tiada berkesudahan.
Tercium tumpah wangi ASI asupanku sepanjang hari.
Di lekang tumitmu, Ibu,
Terukir keras dunia yang kau radang.
Tersirat liku jalan yang engkau arung.
Namun tertopang kakiku untuk berpacu menapak waktu.
Pada kasarnya tangan dan jemarimu, Ibu,
Terpahat keras hidup yang engkau sasar.
Tersurat kesat nasib yang engkau sisip.
Namun kau genggam tanganku menggapai langit biru .
Dalam balutan mukena satinmu, Ibu.
Terbungkus semua pinta pada Sang Pencipta.
Tercurah segala penat yang engkau punya.
Tertumpang ridamu dalam rida Dia Yang Mahakaya.
Kini, engkau berjalan pada arah matahari rebah.
Engkau masih tuntun aku menuju senja.
Bayang-bayang kita pun kian memanjang, Ibu.
Mengarah pada satu titik.
Terima kasih tak berhingga selalu padamu, Ibu.
Doaku tak kan berhenti untukmu.
Sorkam, 22 Desember 2020
mantap
BalasHapusTerima kasih Pak 🙏
Hapus